Friday, June 30, 2006

PERANAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN

1. PENGANTAR
Penelitian atau penyelidikan adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan sitematis dan teliti, dengan tujuan mendapatkan pengetahuan baru atau mendapatkan susunan dan tafsiran yang baru dari pengetahuan yang telah ada, di mana sikap orang yang bertindak itu harus kritis dan prosedur yang digunakan harus lengkap (Daniel,M.2002).

Santoso (2005) mengatakan, pemilihan uji statistik dilakukan setelah tujuan penelitian dirumuskan secara tepat, sederhana, dan jelas. Apakah penelitian yang dibuat bertujuan untuk identifikasi variable, membedakan distribusi, ataukah mencari hubungan dan pengaruh antar variable. Apabila tujuan penelitian hanyalah identifikasi variabel, cukup digunakan statistik deskriptif. Untuk penelitian yang bertujuan membedakan sesuatu distribusi digunakan uji signifikasi (misalnya t-test, anova, manova, chi-square). Penelitian yang bertujuan untuk mengukur pengaruh antara variabel digunakan uji regresi, (Santoso, 2005).

Lebih lanjut Santoso mengatakan, apabila distribusinya normal, digunakan statistik parametrik, apabila distribusinya tidak normal digunakan statistik non-parametrik. Terdapat beberapa cara untuk mengetahui normalitas suatu obyek penelitian, yaitu:
a. cara pengambilan sampel. Distribusi suatu obyek diharapkan normal bila sampel diambil secara random dan besar sampel dihitung secara statistik berdasarkan besar populasi.
b. Menghitung mean dan standart deviasi (SD) suatu obyek pada distribusi normal harga SD pada umumnya tidak lebih besar 50 persen dari harga mean.
c. Uji normalitas. Cara sederhana adalah dengan membuat histogram, dievaluasi bentuk distribusinya (simetris atau menceng), atau gunakan statistik kolmogorov smirnov.


Pada pemilihan uji statistik yang menjadi pertimbangannya adalah jenis skala datanya, apakah interval, rasio, nominal atau ordinal. Secara praktis antara skala interval dan rasio digunakan uji statistik yang tidak berbeda. Apabila penelitian bertujuan membedakan antara berbagai variabel (uji signifikansi), dengan distribusi normal, dan skala datanya interval/rasio, maka gunakan statistik parametrik. Pada penggunaan praktis, untuk uji sifnifikansi membutuhkan sampel cukup besar (>30 unit). Walaupun distribusi normal, tetapi skala datanya interval/rasio gunakan saja statistik parametrik.

Disadari atau tidak, statistik telah banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pernyataan-pernyataan seperti: tiap bulan habis Rp.50.000 untuk keperluan rumah tangga, ada 60 persen penduduk yang memerlukan memerlukan perumahan, setiap hari terjadi 13 kecelakaan kendaraan di Jawa Barat, hasil padi musim panen mendatang diperkirakan 50 kuintal tiap hektar dan 10 persen anak-anak SD mengalami putus sekolah tiap tahun.

Dalam proses pembangunan yang dilakukan di Negara kita. Data statistik bisa digunakan untuk menilai hasil pembangunan masa lalu dan untuk membuat peramalan atau perencanaan di masa mendatang. Dari data-data yang ditunjukkan dalam angka statistik, juga digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan-keputusan yang perlu diambil untuk masa yang akan datang.

Dunia penelitian atau riset, dimanapun dilakukan, bukan saja telah mendapat manfaat yang baik dari statistika tetapi sering harus menggunakannya. Untuk mengetahui apakah cara yang baru ditemukan lebih baik daripada cara lama, melelui riset yang dilakukan dilaboratorium, atau penelitian yang dilakukan di lapangan, perlu diadakan penilaian dengan statistika.

Statistika juga telah cukup mampu untuk menentukan apakah faktor yang satu dipengaruhi atau mempengaruhi faktor lainnya. Kalau ada hubungan antara faktor-faktor, berapa kuat adanya hubungan tersebut? Bisakah kita meninggalkan faktor yang satu dan hanya memperhatikan faktor lainnya untuk keperluan studi lebih lanjut?

2. KEGUNAAN STATISTIK

Dalam suatu penelitian, peranan statistik sangat besar dalam membantu menjawab persoalan dalam suatu penelitian. Menurut Sudjana (2002), statistik merupakan salah satu alat yang sangat penting yang digunakan dalam menentukan cara mengumpulkan data, menyajikan, menganalisa dan menyimpulkan hasil dari data tersebut.

Sebagai suatu bidang ilmu, pembahasan utama statistika dibagi atas empat bagian, yaitu: statistika deskriptif, probabilitas, analisis pengambilan keputusan, dan statistika inferensia (Mulyono, 1998 dalam Kusmayadi (2004). Sedangkan, berdasarkan pentahapannya, pembahasan statistika dibagi dalam dua tahapan, yaitu: statistika deskriptif dan statistika induktif atau inferensia.

Ditambahkan Nasir (1985), dalam penelitian, statistik digunakan dalam menyusun model, dalam perumusan hipotesa, dalam pengembangan alat dan instrument pengumpulan data, dalam penyusunan desain penelitian, dalam penentuan sample dan dalam analisa data. Dalam banyak hal,, pengolahan dan analisa data tidak luput dari penerapan teknik dan metode statistik tertentu, yang mana kehadirannya dapat memberikan dasar bertolak dalam menjelaskan hubungan-hubungan yang terjadi. Statistik dapat digunakan sebagai alat untuk mengetahui hubungan kausalitas antara dua atau lebih variable benar-benar terkait secara benar dalam suatu kausalitas empiris ataukah hubungan tersebut hanya bersifat random atau kebetulan saja?

Statistik telah memberikan teknik-teknik sederhana dalam mengklasifikasikan data serta dalam menyajikan data secara lebih mudah, sehingga data tersebut dapat dimengerti secara lebih mudah. Statistik telah dapat menyajikan suatu ukuran yang dapat mensifatkan populasi, ataupun menyatakan variasinya, dan memberikan gambaran yang lebih baik tentang kecenderungan tengah-tengah dan variable.

Statistik dapat menolong peneliti untuk menyimpulkan apakah suatu perbedaan yang diperoleh benar-benar berbeda secara signifikan. Apakah kesimpulan yang diambil cukup representative untuk memberikan infrensi terhadap populasi tertentu.

Alat ini tidak hanya digunakan dalam riset, tetapi juga diperlukan dalam bidang pengetahuan lainnya seperti: teknik, industri, ekonomi, astronomi, biologi, kedokteran, asuransi, pertanian, perniagaan, bisnis, sosiologi, antropologi, pemerintahan, pendidikan, psikologi, meteorology, geologi, farmasi, ekologi, pengetehuan alam, pengetahuan sosial dan lain sebagainya.

Teknik-teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesa. Mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesa-hipotesa yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolong peneliti dalam mengambil keputusan terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.

Riduwan (2004) mengatakan, hipotesis statistik adalah pernyataan statistik tentang populasi yang diteliti. Jika menguji hipotesis penelitian dengan perhitungan statistik, maka rumusan hipotesis statistik. Kalau dalam rumusan hipotesis penelitian hanya dituliskan salah satu saja yaitu hipotesis alternatif (Ha) atau hipoteisis nol (H0). Sedangkan dalam hipotesis statistik keduanya dipasangkan sehingga dapat diambil keputusan dengan tegas yaitu menerima H0 berarti menolak Ha begitu juga sebaliknya apabila menolak H0 berarti menerima Ha. Hipoteisis statistik ini dirumuskan untuk menjelaskan gambaran dan parameter apa dari populasi.

Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif. Tetapi, harus disadari bahwa statistik hanya merupakan alat dan bukan tujuan dari analisa. Karena itu, janganlah dijadikan statistik sebagai tujuan yang menentukan komponen-komponen penelitian yang lain.

3. PARAMETER DAN STATISTIK

Riduwan (2004) mengatakan, parameter merupakan ukuran-ukuran yang berlaku pada populasi. Simbol parameter Ø (baca: tetha), sedangkan statistik merupakan ukuran-ukuran berkenaan dengan sampel. Asumsi yang berlaku hendaklah dipenuhi terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian hipotesis.

Statistik yang cocok untuk menguji hipotesis tentang parameter populasi dinamakan statistik parametric. Jika parameter diuji berdasarkan data sampel, maka statistik yang digunakan adalah statistik inferensial (statistik induktif). Statistika parametrik diadasarkan atas asumsi yang ketat tentang keadaan populasi. Asumsi utama adalah populasi atau sampel harus berdistribusi normal, dipilih secara acak mempunyai hubungan yang linier, dan data bersifat homogen. Statistik parametrik lebih banyak bekerja dengan data interval dan ratio.

Pasangan dari statistik paramtetrik adalah statistik nonparametrik. Statistik nonparametrik tidak menganut asumsi bahwa data populasi atau sampel harus berdistribusi normal, dipilih secara acak, mempunyai hubungan yang linier dan data bersifat homogen. Oleh sebab itu, statistik nonparametrik disebut juga dngan ”statistik bebas distribusi”. Statistik nonparametrik lebih banyak bekerja dengan data ordinal dan nominal.

Hipotesa statistik adalah pernyataan statistik tentang populasi yang diteliti. Jika menguji hipotesis penelitian dengan perhitungan statistik, maka rumusan hipotesis tersebut perlu diubah ke dalam rumusan hipoteis statistik. Kalau dalam rumusah hipotesis penelitian hanya dituliskan salah satu saj ayaitu hipoteisis alternatif (Ha) atau hipotesis nol (H0). Sedangkan dalam hipotesis statistik keduanya dipasangkan sehingga dapat diambil keputusan dengan tegas yaitu menerima H0 berarti menolak Ha begitu juga sebaliknya apabila menolak H0 berarti menerima Ha. Hipoteisis statistik ini dirumuskan untuk menjelaskan gambaran dan parameter apa dari populasi.

4. PENGERTIAN STATISTIK


Dalam bukunya Kusmayadi (2004), Statistik berasal dari kata status (Latin) atau state (Inggris) yang dalam bahasa Indonesia mempunyai arti ”negara”. Kata ini digunakan karena pada mulanya statistik merupakan sekumpulan informasi atau keterangan untuk kepentingan Negara. Keterangan itu digunakan untuk memperlancar penarikan pajak, mobilisasi rakyat ke dalam angkatan perang, dan keperluan lain.

Para ahli statistik membedakan antara istilah statistik dan statistika berdasarkan alih bahasa dari istilah statistic dengan statistica. Istilah statistik menunjuk pada grafik, chart, bilangan, tabel, dan yang serupa. Pengertian ini mengandung maksud fakta dan gambar. Sedangkan, statistika (statistics) menunjuk apda suatu metode untuk menarik kesimpulan dari data, sehingga dalam pengertian ini, statistik menunjuk pada suatu disiplin ilmu dan seni. Maka dapat dikatakan bahwa statistik merupakan hasil dari proses statistika.

Penggunaan istilah statistik, juga dibedakan menjadi dua, yaitu: statistik sebagai gambaran tentang perincian data yang sudah disajikan dalam bentuk angka, tabel, grafik atau gambar-gambar dan statistik sebagai koefisien karakteristik sampel.

Statistika ilmu pengetahuan yang mempelajari atau membahas dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode-metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam pengumpulan data, penyusunan dan pengkategorian data, penyajian data, penganalisisan data, penarikan kesimpulan atau conclusion, pembuatan perkiraan atau estimation, dan peramalan atau prediction secara ilmiah

.
Maka, statistika diartikan:

Statistika suatu ilmu yang mempelajari cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penarikan kesimpulan atas data yang berbentuk angka menggunakan suatu asumsi tertentu.


Kata statistik telah dipakai untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non-bilangan yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Stastistik yang menjelaskan sesuatu hal biasanya diberi nama statistik mengenai hal yang bersangkutan. Misalnya statistik mengenai penduduk, kelahiran, pendidikan, produksi, pertanian, kesehatan dan lain-lain.

Kata statistik mengandung pengertian lain, yakni dipakai untuk menyatakan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data mengenai sesuatu hal. Ukuran ini didapat berdasarkan perhitungan menggunakan kumpulan sebagian data yang diambil dari keseluruhan tentang persoalan tersebut.

Yang dimaksud dengan statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang dilakukan.

Ada dua jalan yang dapat ditempuh untuk mempelajari statistika. Jika ingin membahas statistika secara mendasar, mendalam dan teoritis, maka yang dipelajari digolongkan kedalam statistika matematis atau statistika teoritis.

Dalam statistika matematis diperlukan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Yang dibahas antara lain penurunan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus, menciptakan model-model dan segi-segi lainnya lagi yang teoritis dan matematis.

Yang kedua kita dapat mempelajari statistika semata-mata dari segi penggunaannya. Aturan-aturan, rumus-rumus, sifat-sifat dan sebagainya yang telah diciptakan oleh statistika teoritis, diambil dan digunakan mana yang perlu dalam berbagai bidang pengetahuan. Jadi di sini tidak dipersoalkan bagaimana didapatnya rumus-rumus atau aturan-aturan, melainkan hanya dipentingkan bagaimana cara, teknik-teknik atau metode statistika digunakan.

Nasir (1983) mengatakan, teknik statistik juga dapat digunakan dalam pengujian hipotesa. Mengingat tujuan penelitian pada umumnya adalah untuk menguji hipotesa-hipotesa yang telah dirumuskan, maka statistik telah banyak sekali menolong peneliti dalam mengambil keputusan untuk menerima atau menolak suatu hipotesa. Statistik juga dapat meningkatkan kecermatan peneliti dalam rangka mengambil keputusan terhadap kesimpulan-kesimpulan yang ingin ditarik.

Penarikan kesimpulan secara statistik memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara lebih ekonomis dalam pembuktian induktif. Tetapi, harus disadari bahwa hanya statistik merupakan alat dan bukan tujuan dari analisa. Karena itu, janganlah dijadikan statistik sebagai tujuan yang menentukan komponen-komponen penelitian yang lain.

Selain itu, Nawawi (2005) mengatakan, pengujian hipotesa secara kuantitatif dapat dilakukan melalui analisa data secara statistika. Untuk itu hipotesa harus dirumuskan dalam bentuk Hipotesa Nol dan Hipotesa Alternatif. Dalam analisa data hasil perhitungan statistika yang signifikan mengharuskan dipotesa alternatif diterima dan sebaliknya hipotesa nol ditolak. Dengan demikian berarti hasil perhitungan statistika yang non signifikan mengharuskan hipotesa alternatif ditolak dan sebaliknya hipotesa nol diterima.

Perumusan hipotesa alternatif harus mengandung dugaan yang intelegen karena dikembangkan dari hipotesa nol yang pada dasarnya dirumuskan sekedar menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara satu variabel yang lain di dalam suatu masalah. Di dalam perumusan itu belum tampak usaha menerangkan apa sebabnya sesuatu itu demikian atau mengapa harus demikian sebagai pembuktian dari kebenarannya.

Menurut Riduwan (2004), yang dimaksud dengan Hipotesa Alternatif (Ha) hipotesa Nihil (H0) adalah:
a. hipotesa Alternatif (Ha) disebut juga hipotesa penelitian atau hipotesa kerja. Pihak peneliti tidak menguji (Ha) sebab (Ha) adalah lawan (H0). Hipotesis alternatif (Ha) hanya mengekspresikan keyakinan peneliti tentang ukuran-ukuran populasi.
b. Hipotesa Nihil (H0). Waktu menggunakan pengujian statistik kita selalu bekerja dengan dua hipotesis yaitu hipotesis nihil atau nol dan hipotesa alternatif. Hipotesa nihil dengansimbol (H0) inilah sebenarnya yang diuji secar astatistik dan merupakan pernyataan tentang parameter yang bertentangan dengan keyakinan peneliti. (H0) sementara waktu dipertahankan benar-benar hingga pengujian statistik mendapatkan bukti yang menentang atau mendukungnya. Apabila dari pengujian statistik diperolehkeputusan yang mendukung atau setuju dengan (H0), maka dapat dikatakan bahwa (H0) diterima. Sebaliknya jika diperoleh keputusan yang membelot atau yang bertentangan dengan keputusan (H0), maka dapat diambil tindakan bahwa (H0) ditolak.

5. DATA STATISTIK

Sudjana (1996) mengatakan, ketarangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bisa berbentuk kategori, misalnya: rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal dan lain sebagainya, atau bisa berbentuk bilangan: kesemuanya ini dinamakan data atau lekapnya data statistik.

Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif. Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif yaitu: data dengan variabel diskrit atau singkatnya data diskrit dan data dengan variabel kontinyu atau singkatnya data kontinyu.

Hasil menghitung atau membilang merupakan data diskrit sedangkan hasil pengukuran merupakan data kontinyu.

Selain data kuantitatif, juga dikenal istilah data kualitatif. Data ini dikelompokkan berdasarkan lukisan kualitas obyek yang dipelajari. Golongan ini dikenal pula dengan nama atribut. Misalnya: sembuh, rusak, gagal, berhasil, dan sebagainya.

Menurut sumbernya, kita mengenal data intern dan data ekstern. Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri, misalnya: keadaan pegawai, pengeluaran, keadaan barang di gudang, hasil jualan, keadaan produksi pabriknya dan lain-lain aktivitas yang terjadi di dalam perusahan itu. Data yang diperolah demikian merupakan data interen. Dalam berbagai situasi, untuk perbandingan misalnya, diperlukan data dari sumber lain di luar perusahaan tadi. Data demikian merupakan data eksteren.

Data eksteren sendiri dibagi menjadi data eksteren primer atau juga disekbut data primer, dan data eksteren sekunder atau disebut juga dengan data sekunder. Jika data itu dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama, maka didapat data eksteren primer. Dalam hal lainnya merupakan data sekunder.

Data yang baru dikumpulkan dan belum pernah mengalami pengolahan apapun disebut dengan data mentah.


6. POLULASI DAN SAMPEL

Fase statistika yang berhubungan dengan kondisi-kondisi di mana kesimpulan demikian diambil dinamakan statistika induktif. Fase statistika di mana hanya berusaha melukiskan dan menganalisis kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yangblebih besar di namakan statistika deskriptif.

Sudah dapat diduga bahwa fase yang disebut terdahulu merupakan langkah akhir dari tugas statistika karena dalam setiap penelitian kesimpulanlah yang diinginkan. Jelas pula bahwa statistika induktif berdasarkan pada statistika deskriptif dan karenaya keduanya harus ditempuh secara benar agar kita mendapatkan kegunaan maksimal dari statistika.

Untuk melakukan analisa statistik, maka data yang diperlukan harus dikumpulkan terlebih dahulu. Dalam melakukan pengumpulan data, bisa dilakukan dengan cara sensus atau sampling. Terjadi terjadi apabila setiap anggota atau kareteristik yang ada di dalam populasi dikenai penelitian. Jika tidak, maka samplinglah yang ditempuh, yaitu sampel diambil dari populasi dan datanya dikumpulkan. Ada berbagai alasan mengapa sesnsus tidak dapat dilakukan, antara lain:
a. ukuran populasi
Seperti yang telah kita ketahui bahwa populasi terbagi atas dua macam ukuran, yaitu terhingga dan takhingga.
Dalam hal populai takhingga, ialah populasi berisikan tidak terhingga banyak obyek, sudah jelas sensus tak mungkin dilakukan. Juga mengingat populasi takhingga pada dasarnya hanya konseptual sukarlah untuk melakukan sensus terhadapnya.
b. Masalah biaya
Banyaknya biaya yang dikeluarkan dalam melakukan penelitian sangat tergantung pada banyak sedikitnya obyek yang diteliti. Makin sedikit obyek yang diteliti maka makin murah biaya yang dikeluarkan, dan sebaliknya.
c. Masalah waktu
Semakin lama waktu yang dilakukan dalam penelitian, maka kemungkinan mendapatkan hasil yang valid akan semakin besar, terutama penelitian yang menggunakan metode sensus. Untuk lebih mempercepat proses penelitian ini, maka peneliti bisa menggunakan metode sampling.
d. Percobaan yang sifatnya merusak
Jika penelitian terhadap obyek sifatnya merusak, maka jelas sampling harus dilakukan.
e. Masalah ketelitian
Ketelitian dalam penelitian sangat diperlukan guna mendapatkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendapatkan kesimpulan yang baik, maka setiap proses pengumpulan data harus dilakukan dengan teliti. Biasanya, makin banyak obyek yang diteliti, maka kemungkinan ketelitian akan makin berkurang.
f. Faktor ekonomis
Maksud dari faktor ekonomis ini adalah apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya, waktu dan tenaga yang telah dikeluarkan untuk itu ataukah tidak. Jika tidak, mengapa harus dilakukan sensus, yang jelas akan memakan biaya, waktu dan tenaga yang banyak? Faktor ekonomis ini sering dilupakan, karenanya perlu perlu mendapat perhatian sewajarnya.

7. PENGUMPULAN DATA

Menurut Sudjana (2002), ada tiga cara yang dilakukan dalam melakukan pengumpulan data:
a. mengadakan penelitian langsung ke lapangan atau dilaboratorium terhadap objek penelitian. Hasilnya dicatat untuk kemudian dianalisis.
b. Mengambil atau menggunakan, sebagian atau seluruhnya, dari sekumpulan data yang telah dicatat atau dilaporkan oleh badan atau orang lain
c. Mengadakan angket; yakni cara pengumpulan data dengan disiapkan dan disusun sedemikian rupa sehingga calon responden hanya tinggal mengisi atau menandainya dengan mudah dan cepat.

Data yang telah dikumpulkan, baik berasal dari populasi ataupun dari sampel, untuk keperluan laporan dan atau analisis selanjutnya, perlu diatur, disusun, disajikan dalam bentuk yang jelas dan baik. Garis besarnya ada dua cara penyajian data yang sering dipakai ialah: tabel atau dafar dan grafik atau diagram.

Kita tahu bahwa statistika terbagi atas dua fase yaitu statistik deskriptif dan statistika induktif. Fase pertama dikerjakan untuk melakukan fase kedua. Fase kedua, ialah statistika induktif, berusaha menyimpulkan tentang karakteristik populasi, yang pada umumnya dilakukan berdasarkan pada data sampel yang diambil dari populasi yang bersangkutan.

Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, baik hasil menghitung maupun pengukuran, kuantitatif ataupun kualitatif, daripada karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas. Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan cara-cara tertentu.

Menurut Daniel (2002), cara lain dalam mengumpulkan data dalam penelitian adalah dengan metode survey, yaitu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau lokasi tertentu, atau suatu studi ekstensif yang dipolakan untuk memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan.

Tujuan dari survei ialah untuk mendapatkan gambaran yang mewakili daerah itu dengan benar. Berbeda dengan metode sensus, pada metode survey tidak semua individu di dalam populasi diamati, melainkan hanya suatu fraksi (bagian) dari populasi yang disebut sebagai contoh (sampel). Oleh sebab itu, kebijaksanaan dalam penetapan contoh yang akan atau diamati harus tepat dan betul-betul mewakili (representatif) populasi secara keseluruhan.

Ditambahakan Daniel (2002) membagi cara mengambil sampel ke dalam 4 bagian; yaitu:
a. Metode acak sederhana; yaitu semua satuan elementer dalam populasi harus diketahui keberadaannya. Dengan kata lain, harus ada rangka (frame) populasi meliputi jumlah dan nana dari satuan elementer.
b. Metode sistematis (systematic Sampling); pada metode ini, hanya unsur pertama saja dari contoh dicari secara acak, unsur-unsur berikutnya dipilih secara sistematis menurut satu pola tertentu.
c. Metode Distratifikasi (Statified random sampling); artinya sebelum pengambilan contoh dilakukan kita harus memilah-milah populasi menjadi beberapa strata (kelas/lapisan). Setiap strata berisikan satuan-satuan elementer yang mempunyai sifat lebih kurang sama (seragam). Jumlah strata tergantung pada sebarannya dalam populasi, begitu juga jumlah populasi dalam strata tergantung pada keberadaan satuan elementer. Tidak ada pembatasan untuk keduanya.
d. Metode acak kelompok, yaitu populasi dari cluster yaitu bagian dari populasi total. Bedanya dengan strata atau lapisan adalah satuan elementer dalam kelompok tidak homogen sedangkan dalam strata harus homogen atau sekelas. Satuan-satuan elementer dalam cluster cukup beragam seperti halnya populasi secara keseluruhan.




Daftar Pustaka

Daniel Moehar, 2002. Metode Penelitian Sosial ekonomi. Bumi Aksara, Jakarta
Kusmayadi, 2004, Statistika Pariwisata Deskriptif. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Nawawi Hadari (2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. Gajah Mada University Press
Nazir Moh., 1985. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta
Santoso Gempur. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta
Riduan, 2004. Metode & Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta, Bandung
Sudjana, 2002. Metode Statistika. Tarsito, Bandung 2002


PERANAN STATISTIKA DALAM PENELITIAN

Disusun oleh::
LALU SOLIHIN (C451050031)

SEKOLAH PASCASARJANA
EKONOMI SUMBERDAYA KELAUTAN TROPIKA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2006

0 Comments:

Post a Comment

<< Home